Kamis, 21 Januari 2016

Setting DHCP ( Dynamic Host Configuration Protocol ) Dengan Server Debian

Debian memiliki banyak fungsinya untuk menjadi sebuah server yang siap melayani segala sesuatu hal yang diperlukan untuk jaringan, seperti salah satunya adalah penggunaan protokol DHCP yang sangat membantu Pengelola Jaringan agar mudah mengatur alamat IP setiap clientnya.

DHCP merupakan kepanjangan dari Dynamic Host Configuration Protocol. Ya, sesuai namanya, protokol yang satu ini memberikan segala hal tentang setting yang diperlukan client untuk tersambung dengan jaringan, seperti alamat IP, Alamat DNS, Alamat Default Router, dan lain-lain.

Penggunaan DHCP sangatlah mudah, Client tidak perlu bersusah-susah memikirkan "Berapa ya alamat IP saya?" atau "Saya harus hafal alamat IP DNS Server?".



Terkadang fitur ini sudah terdapat didalam Router, tetapi satu atau lain hal, menggunakan server sebagai penyedia DHCP diperlukan.

Bagaimana cara mengatur, dan juga mengalokasikan alamat IP untuk para client kita? Check this out!

  1. Siapkan Debian, yang sudah Log-In dengan root.
  2. Untuk menjalankan fungsi DHCP pada Debian, harus terinstall package dhcp3-server. Jalankan perintah apt-get install dhcp3-server
  3. Setelah terinstall, edit file konfigurasi dhcpd.conf di /etc/dhcp/dhcpd.conf menggunakan nano
     Carilah bagian baris ini di file dhcpd.conf. File dalam keadaan default akan tersetting seperti ini:

    Aturlah seperti ini:
    • subnet = IP Network
    • netmask = Subnet Mask, pastikan sama dengan jaringan kita
    • range IP network awal <spasi> IP network terakhir
    • option domain-name-servers = IP server 
    • domain-name = 
    • option routers = IP router yang akan diberikan ke client
    • option broadcast-address = IP broadcast 
    • default-lease-time (dalam sekon, optional)= waktu yang diberi server untuk memberi request DHCP client
    • max-lease-time (dalam sekon, optional) = waktu maksimal yang diberi server untuk membatasi lama request 
  4.  Tekan Ctrl + X dan y untuk save konfigurasi tadi 
  5. Ubah default interface yang akan memberi DHCP, edit file /etc/default/isc-dhcp-server
     eth0 adalah adapter yang dipilih untuk memberikan DHCP, akan berguna kalau akan menyediakan DHCP pada adapter yang banyak. jika ada beberapa adapter, pisahkan dengan spasi (contoh : eth0 eth1 wlan0)
  6. Start service isc-dhcp-server dengan cara ketik /etc/init.d/isc-dhcp-server restart ,kalau sebelumnya failed, ubah restart menjadi start
  7. Selesai, Cek apa client bisa mendapatkan IP alokasi dari DHCP yang telah diatur tadi.
  8. Sekarang, client adalah client Ubuntu, buka Network Manager

     Ubah interface vboxnet0 menjadi Automatic DHCP
    Jika sukses, Adapter akan mendapat IP alokasi DHCP
     
    <Menambah Host Only Adapter>
  1. Buka File - Preferences - Tab Network
  2. Tekan ikon Add, dan Virtualbox akan menciptakan 1 adapter host network. Setelah itu muncul ada satu adapter bernama vboxnet0

    Uncheck pilihan pada tab DHCP Server. Terkadang pilihan ini tidak berhasil. Untuk mematikan fungsi bawaan DHCP Server dari Virtualbox jalankan perintah ini dengan root:
VBoxManage dhcpserver remove --netname HostInterfaceNetworking-vboxnet0



Tidak ada komentar:

Posting Komentar