Kali ini kita akan membahas tentang package yang sangat berguna untuk sebuah server di jaringan. Samba merupakan aplikasi yang menggunakan protokol SMB/CIFS(Server Message Block / Common Internet FIle System) yang digunakan dalam sistem operasi Windows untuk berbagi file dalam jaringan. Samba menyediakan juga service-service jaringan Windows, seperti Active Directory, Domain Controller, dan NT Domain.
Samba dapat berjalan di sistem operasi Linux/Unix, Apple OS X, Solaris , dan BSD. Menurut saya, Samba salah satu service yang wajib disediakan di setiap jaringan karena fleksibilitas dalam membagi file, dan terlebih bisa dijalankan di Linux.
Kali ini server masih sama, menggunakan Server Debian 6.
Langkah-Langkah:
- Install dulu package samba dengan perintah apt-get install samba
- Sekarang aturlah file setting samba di /etc/samba/smb.conf dengan nano. Ada beberapa bagian yang cukup penting di file config ini:
b. Security
security merupakan aturan mode pengamanan dalam samba. ada beberapa yaitu:
User : autentikasi hanya berdasarkan username, password yang disediakan client, dapat juga identifikasi menggunakan nama komputer.
share : Autentikasi hanya pada 1 folder yang ingin digunakan
domain: Autentikasi yang akunnya ada pada server windows , yang menggunakan Windows Domain Controller
ads : autentikasi menggunakan Active Directory
kali ini kita akan menggunakan mode user dan juga share.
c. [homes]
pada bagian ini, mendefinisikan bagaimana setting file pribadi user yang bersangkutan pada server. Misal, user bebek memiliki home directory dan username bebek akan login menjadi client. Dengan memasukkan username dan passwordnya pada folder [homes] maka dia akan bisa mengakses file di home directorynya.
dalam mendefinisikan sebuah folder yang akan dishare menggunakan samba, pertama-tama diapit oleh kurung siku [ nama folder ] dan dibawahnya diikuti aturan-aturan yang berlaku pada folder tersebut, antara lain:
- comment : keterangan folder
- browseable : mengatur apakah folder terlihat / tidak (mirip hidden folder)
- guest ok : folder dapat dibuka oleh user tanpa proses autentikasi / anonymous
- path : lokasi folder yang akan dishare
- read only : folder hanya bisa dibaca/tidak
- create mask : mendefinisikan membuat file yang diisi client permission-nya akan berubah sesuai octal mode yang diisi
- directory mask : sama dengan create mask, tetapi berefek pada folder yang dibuat client
- valid user : mendefinisikan user yang dapat membuka folder (jika lebih dari satu penulisannya : tom <spasi> jerry <spasi> ....)
agar user dapat terbaca pada samba, perlu menambahkan password user dengan perintah 'smbpasswd -a <nama user>'
dalam gambar, kita membuat tom terdaftar pada samba dengan password 'tom'
lakukan juga pada user jerry.
setelah menambah dan mengkonfigurasi user, kali ini kita akan membuat sebuah folder bernama 'Fileku'. berikut contoh konfigurasi pada smb.conf (konfigurasi ini dapat ditulis di bagian akhir smb.conf
[Fileku]
comment = coba samba
browseable = yes
guest ok = no
read only = no
path = /home/server/fileku
create mask = 770
directory mask = 770
valid users = tom
Lalu save perubahan yang ada
setiap melakukan perubahan setting pada samba, selalu lakukan restart service dengan '/etc/init.d/samba restart'
buatlah folder pada /home/server/fileku , lalu ubah permission dengan perintah ' chmod 777 '
selanjutnya bukalah folder dengan Windows Explorer, tuliskan pada address bar '\\<ip address server samba>' atau dapat menggunakan kombinasi tombol Win+R dan ketikan '\\<ip address server samba>'
Saat ini saya menggunakan client Ubuntu, dapat menggunakan File Explorer bawaan ( nautilus, pcmanfm ) dan ketikkan 'smb://<ip address server samba>'
Samba telah berjalan dengan baik.
[Fileku]
comment = coba samba
browseable = yes
guest ok = no
read only = no
path = /home/server/fileku
create mask = 770
directory mask = 770
valid users = tom
setiap melakukan perubahan setting pada samba, selalu lakukan restart service dengan '/etc/init.d/samba restart'
buatlah folder pada /home/server/fileku , lalu ubah permission dengan perintah ' chmod 777 '
selanjutnya bukalah folder dengan Windows Explorer, tuliskan pada address bar '\\<ip address server samba>' atau dapat menggunakan kombinasi tombol Win+R dan ketikan '\\<ip address server samba>'
Saat ini saya menggunakan client Ubuntu, dapat menggunakan File Explorer bawaan ( nautilus, pcmanfm ) dan ketikkan 'smb://<ip address server samba>'
Samba telah berjalan dengan baik.







Tidak ada komentar:
Posting Komentar