Hai, Kali ini akan membahas pengaturan Debian untuk dijadikan DNS Server,Memang, Debian merupakan distro Linux yang terkenal untuk dijadikan Server. Misalnya, Debian bisa menjadi Web Server, untuk proses Routing, Server DHCP dan salah satunya dijadikan DNS Server.
DNS?? Apa itu??
DNS merupakan singkatan dari Domain Name System, mudahnya dia membuat nomor-nomor IP yang sangat susah untuk dihafal satu-persatu menjadi untuk alamat yang mudah diingat
Oke, Kita coba buat Servernya di Debian,
Asumsi saya di Windows sudah terinstall Virtual Machine (VMWare/Virtualbox) dan juga telah diinstall Debian 6 ataupun 7.
Oke Langkah-Langkahnya:
VIRTUAL SERVER
Itu tadi DNS dengan satu Adapter dan IP, di Linux kita juga bisa menggunakan "Virtual Interface", jadi seperti interface bayangan di Device fisik, yang memiliki IP tersendiri. Fungsi ini akan sangat berguna kalau akan membuat server yang memiliki 2 alamat atau lebih, bagaimanakah caranya? Ayo lihat lagi.. :D
DNS?? Apa itu??
DNS merupakan singkatan dari Domain Name System, mudahnya dia membuat nomor-nomor IP yang sangat susah untuk dihafal satu-persatu menjadi untuk alamat yang mudah diingat
Oke, Kita coba buat Servernya di Debian,
Asumsi saya di Windows sudah terinstall Virtual Machine (VMWare/Virtualbox) dan juga telah diinstall Debian 6 ataupun 7.
Oke Langkah-Langkahnya:
- Silahkan masuk ke Debian dengan akses Root.
- Untuk menggunakan fitur DNS, server harus terinstall package bind9 . Untuk menginstallnya, masukkan dulu CD instalasi Debian, lalu ketikkan apt-get install bind9

CD tidak otomatis terinsert jika memulai VM 
Klik kanan di logo CD 
CD sudah terinsert - Kita akan melakukan beberapa perubahan di folder /etc/bind, agar mudah change directory dulu (cd /etc/bind)
- Pertama, setting bagian /etc/bind/named.conf.default-zones

- Tekan tombol CTRL + K pada baris tersebut sampai hilang, lalu langsung di paste menggunakan CTRL + U, setelah itu arahkan kursor ke bawah file, Lakukan paste lagi. Setelah itu lakukan pengeditan baris yang kita paste barusan seperti ini:
- Lalu buat salinan setingan default dari file db.local, caranya dengan perintah cp db.local db.namaweb contohnya : cp db.local db.sekolah dan edit seperti ini
- copy juga file db.127 yang merupakan settingan DNS Reverse, cp db.127 db.192 dan ubah seperti ini
- Ubah juga file resolv.conf di /etc/resolv.conf
- Terakhir, agar settingan kita tadi ter-apply, lakukan restart pada modul bind dengan cara /etc/init.d/bind9 restart
- Sekarang coba cek menggunakan nslookup, apakah alamat kita berhasil tersetting dengan baik.
VIRTUAL SERVER
- Sangat simpel, buka settingan interface /etc/network/interface dengan nano. Agar mudah lakukan Copy-Paste saja seperti cara diatas (CTRL+K & CTRL+U)
- Lakukan restart pada networking (/etc/init.d/networking restart)
- copylah file /etc/apache2/sites-available/default /etc/apache2/sites-available/webku.com
- Buat juga folder baru di /var/www/webku untuk menampung file web kita nanti
- Selanjutnya buka settingan yang telah dicopy /etc/apache2/sites-available/webku.com menggunakan nano pastikan ada baris ini di file tersebut:
- Tambah settingan DNS seperti diatas, tetapi target IP adalah IP dari virtual adapter tersebut
- Lakukan nslookup, pastikan mengarah IP yang benar
VirtualHost *:80
ServerAdmin webmaster@webku.com
ServerName webku.com
ServerAlias www.webku.com
...
ServerAdmin webmaster@webku.com
ServerName webku.com
ServerAlias www.webku.com
...
















Tidak ada komentar:
Posting Komentar